x

Bentuk Penegasan Politik, Ratusan Massa di Papua Barat Daya Menggelar Aksi Damai

waktu baca 2 menit
Senin, 1 Des 2025 12:27 96 Redaksi

    Harianterbit.id Sorong – Gelombang massa memperingati 64 Tahun Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat kembali memenuhi ruas-ruas jalan Kota Sorong pada Senin (1/12/2025)

    Menghadirkan tekanan politik yang jauh lebih terasa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ratusan peserta dari berbagai kelompok usia berkumpul di titik-titik strategis yakni Ramayana Mall, Lampu Merah Km 10, Malanu Kios Anda (Arter), dan Jalan Baru (Jempur), sebelum melakukan long march menuju pusat aksi di Lampu Merah Maranatha, tepat di depan Studio Foto Elyn.

    Sejak awal, massa menunjukan sikap tegas dan tanpa kompromi. Aksi tersebut mereka nyatakan sebagai bentuk penegasan politik realitas integrasi Papua ke dalam NKRI, yang menurut mereka telah meninggalkan jejak panjang ketidakadilan.

    Dalam orasi yang berulang kali menggema, para juru bicara menuding bahwa integrasi telah menghasilkan ‘ketimpangan struktural’ yang terus membebani kehidupan Orang Asli Papua (OAP).

    Dengan nada tajam, para orator menyebut bahwa perjalanan Papua di bawah administrasi Indonesia telah “menyengsarakan rakyat Papua” pada dimensi sosial, ekonomi, hingga keamanan. Seruan untuk memperkuat konsolidasi gerakan dan memperluas solidaritas menjadi salah satu inti pesan yang terus didorong sepanjang aksi.

    Yel-yel “Papua Merdeka” dan ajakan “mengobarkan api persatuan nasional bangsa West Papua” menggema tanpa henti sepanjang rute long march, dilantangkan oleh massa dari anak-anak hingga orang dewasa, menciptakan suasana demonstrasi yang padat dengan simbolisme identitas politik.

    Salah satu orator menyampaikan penolakan keras terhadap pelabelan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau organisasi teroris.

    “TPNPB bukan KKB. TPNPB bukan teroris. Mereka adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat,” tegasnya di tengah kerumunan besar yang memadati jalan.

    Aksi long march berlangsung tanpa pengamanan langsung dari aparat. Petugas keamanan hanya terlihat memantau dari kejauhan dan menempatkan personel di titik akhir aksi, sementara massa melakukan mobilisasi secara mandiri hingga tiba di titik aksi.

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional
    x