Perkumpulan Banten Minta APH Usut Tewasnya Kerbau dan Penggembalanya
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 21 Agt 2021

HARIANTERBIT.ID LEBAK – Beredarnya kabar juga pemberitaan diberbagai media tentang meninggalnya seorang pengembala beserta 5 (lima) ekor kerbau mati yang diduga akibat tersengat listrik, mendapat sorotan serius dari para petinggi Perkumpulan Urang Banten (PUB) Lebak.
Sekum perkumpulan urang Banten ( PUB ) Lebak Dede Sudiarto, MM mengungkapkan turut perihatin atas peristiwa pengembala dan kerbaunya yang tersengat aliran listrik.
Menurut Dede, keberadaan tiang listrik sering sekali tidak memenuhi unsur Safety. Berbagai kemungkinan tidak di persiapkan secara matang. Apalagi keberadaan aliran listrik yang memiliki tingkat kerawanan kebocoran aliran sering tidak jelas soal kontrol dan pemeliharaannya.
” Tidak punya SOP yang jelas soal pemeliharaan jalur listrik, pelayanan masih amburadul dan tidak profesional, salah satu BUMN yang belum berhasil mereformasi diri,” katanya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Urang Banten (PUB) Lebak Drs. H. Pepep meminta usut tuntas peristiwa meninggalnya 1 (satu) orang dan 5 (lima) kerbau yang mati.
“Hal ini harus menjadi catatan penting bagi penegak hukum dan kredibilitas PLN sekelas BUMN. Jika sudah dipastikan penyebabnya merupakan kalalaian pemeliharaan aliran listrik, maka pihak PLN bukan saja hanya berniat melakukan ikut berdukacita saja kepihak keluarga, namun harus bertanggung jawab penuh, baik secara moril maupun materil. Karena tiang listriknya sendiri menggunakan tanah dari pemilik lahan, jika dibahas secara detail apakah selama ini PLN bayar sewa tegakan tiang liastrik ?
Apalagi sekarang ini menimbulkan korban jiwa, dan diduga akibat kelalaian pemeliharaan kabel ground yang sudah mengalami karat. Maka pihak PLN harus bertanggung jawab mulai dari pembiayaan, ganti rugi, sampai pada menjamin anak dan keluarga yang ditinggalkannya mendapatkan jaminan hidup dan pendidikan” tegas Ketua PUB Lebak.
Kita sudah tembuskan peristiwa ini kepada ketua umum PUB Ki Taufiqurahman Ruki S.H, sebagai laporan pendampingan pengawalan dari Perkumpulan Urang Banten (PUB), imbuh H. Pepep.
- Penulis: Redaksi