Dari Leuweung Citorek, TNI Menanam Bakti: Hatur Nuhun Jaro untuk TMMD ke Seratus Tiga Puluh

waktu baca 4 menit
Selasa, 13 Okt 2026 17:17 3 Redaksi

    LEBAK — Di tanah Citorek Barat, tempat gunung-gunung berdiri kukuh menjaga warisan karuhun dan kabut pagi kerap turun menyelimuti lembah, sebuah pengabdian sedang ditorehkan. Bukan sekadar jejak sepatu lars di jalan berbatu, melainkan tapak bakti yang perlahan mengubah harapan menjadi kenyataan.

    Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0603/Lebak, Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, mendapat kesempatan menjadi pusat kegiatan pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Jalan dibangun, rumah tidak layak huni direhabilitasi, dan di antara riuh kerja serta peluh pengabdian, tumbuh rasa syukur dari warga yang selama ini menanti perubahan.

    Kepala Desa Citorek Barat, H. Karjaya, menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran TNI Kodim 0603/Lebak serta Bupati Lebak atas terpilihnya Desa Citorek Barat sebagai lokasi sekaligus pusat kegiatan TMMD ke-130.

    Bagi Karjaya, kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya tentang pembangunan fisik. Lebih dari itu, ada nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa silih asah, silih asih, silih asuh yang menjadi napas kehidupan urang Sunda.

    “Sebagai Kepala Desa Citorek Barat, saya mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada TNI Kodim 0603/Lebak dan Bupati Lebak atas kepercayaan yang diberikan kepada desa kami sebagai pusat kegiatan TMMD ke-130. Kami sangat bersyukur karena pembangunan ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Di tanah Pasundan, hatur nuhun bukan sekadar dua kata yang terucap dari bibir. Di dalamnya tersimpan rasa hormat, ketulusan, dan pangajén kepada mereka yang telah memberikan manfaat bagi sesama.

    Karjaya berharap, pembangunan yang dilaksanakan melalui TMMD dapat menjadi jalan bagi meningkatnya kesejahteraan warga. Jalan yang dibangun bukan hanya menghubungkan satu kampung dengan kampung lainnya, tetapi juga membuka akses, mempermudah aktivitas masyarakat, dan memperpendek jarak antara harapan dengan kesempatan.

    Sementara itu, rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi bagian lain dari pengabdian yang menyentuh sisi paling mendasar kehidupan manusia: tempat berteduh, beristirahat, dan merawat keluarga.

    Di Kampung Cibeungang, Desa Citorek Barat, rasa syukur itu hadir dari seorang warga bernama Unel, salah satu penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) melalui program TMMD ke-130.

    Bagi Unel, bantuan tersebut bukan semata-mata perbaikan dinding, atap, atau bagian rumah yang telah lapuk dimakan waktu. Lebih dari itu, ada harapan baru yang mulai tumbuh: harapan untuk segera menempati rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman bersama keluarga.

    Rasa syukur Unel menjadi gambaran bahwa pembangunan tidak selalu harus diukur dari panjang jalan yang dibangun atau banyaknya material yang didatangkan. Terkadang, makna pembangunan justru terasa paling dalam ketika sebuah keluarga kembali memiliki harapan untuk hidup lebih baik.

    Rumah yang dahulu menyimpan kecemasan perlahan dipersiapkan menjadi tempat yang lebih layak untuk pulang. Di sanalah makna pengabdian menemukan wajahnya: ketika kerja negara hadir di depan pintu warga yang membutuhkan.

    Bagi masyarakat Citorek Barat, kehadiran prajurit TNI bersama program TMMD menghadirkan ruang perjumpaan antara pengabdian dan kebutuhan rakyat. Di tengah alam pegunungan Lebak yang menyimpan keindahan sekaligus tantangan akses, pembangunan infrastruktur dan perbaikan rumah menjadi bagian penting dari ikhtiar meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

    Ada pelajaran sederhana dari Citorek Barat. Bahwa membangun desa bukan hanya urusan semen, pasir, batu, dan kayu. Membangun desa juga berarti merawat rasa percaya, menguatkan persaudaraan, serta memastikan bahwa masyarakat di pelosok tetap menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan.

    Kini, dari tanah yang dilingkung ku gunung, dari kampung-kampung yang menjaga adat dan kesahajaan, masyarakat Citorek Barat menyampaikan rasa terima kasihnya.

    Hatur nuhun, TNI Kodim 0603/Lebak. Hatur nuhun, Bupati Lebak.

    Semoga pengabdian yang ditorehkan melalui TMMD ke-130 menjadi tapak kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan masyarakat. Sebab jalan yang baik akan memudahkan langkah, rumah yang layak akan menenteramkan keluarga, dan pengabdian yang tulus akan selalu hidup dalam ingatan rakyat.

    Di Citorek Barat, bakti itu sedang tumbuh. Menyatu dengan tanah, mengalir bersama keringat, dan bersemayam dalam rasa syukur masyarakat.

    Sabab lembur lain ukur tempat urang cicing, tapi tempat urang silih tulungan, silih pikanyaah, jeung babarengan ngawangun kahirupan anu leuwih hade.

    Penulis : Firdaus

     

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional