Riuh Sambut TMMD ke-130 di Citorek Barat, TNI Hadir Membuka Jalan Harapan dari Pelosok Lebak

waktu baca 5 menit
Selasa, 13 Okt 2026 13:36 4 Redaksi

    LEBAK — Riuh suara anak-anak sekolah dasar, siswa SMP hingga SMA menyambut kedatangan para prajurit TNI di Kampung Cibedug, Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeubeur, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (13/10/2026). Senyum, lambaian tangan, dan sorak kegembiraan menjadi pemandangan yang menghangatkan suasana pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0603/Lebak.

    Bersatu Membangun! TNI dan Warga Bangun Jembatan Harapan di Sungai Cibaliung

    Di antara bentang alam Citorek yang menyimpan keindahan sekaligus tantangan geografis, kehadiran TNI membawa pesan tentang pengabdian. Bukan semata tentang seragam loreng dan barisan pasukan, melainkan tentang jalan yang kelak dilalui warga, rumah yang lebih layak dihuni, air bersih yang mudah dijangkau, serta harapan masyarakat yang ingin tumbuh bersama pembangunan.

    Pembukaan TMMD ke-130 tersebut dihadiri Komandan Korem (Danrem) 064/Maulana Yusuf Banten, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M.; Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Nelson Nainggolan yang mewakili Bupati Lebak; Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak Dade Apriyandi; Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Dodi Irawan; jajaran Polres Lebak, unsur Muspika dan Forkopimcam, serta para kasepuhan adat Citorek.

    Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Dorong Penyelidikan Transparan Internasional

    Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan desa membutuhkan kerja bersama. Sebab, di wilayah yang jauh dari pusat keramaian, pembangunan bukan sekadar angka dalam dokumen perencanaan, melainkan kebutuhan nyata yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

    Jalan 1,4 Kilometer, Menyambung Akses dan Harapan

    Danrem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD ke-130 akan menyasar pembangunan infrastruktur sekaligus kegiatan sosial yang manfaatnya diharapkan dirasakan langsung oleh warga.

    “TMMD siap melaksanakan kegiatan pembangunan jalan sepanjang 1,4 kilometer, dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 sentimeter,” ujarnya.

    Selain pembangunan jalan, program tersebut mencakup pembuatan lima titik sumur bor, pembangunan lima unit rumah tidak layak huni (rutilahu), serta sejumlah sasaran fisik lainnya.

    Di balik ukuran panjang, lebar, dan ketebalan jalan itu, tersimpan arti yang lebih luas bagi masyarakat. Jalan yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, memudahkan akses menuju sekolah dan pusat kegiatan ekonomi, serta membantu menghubungkan kehidupan masyarakat Citorek dengan wilayah sekitarnya.

    Program TMMD juga tidak berhenti pada pembangunan fisik. Sejumlah kegiatan nonfisik dirancang untuk memperkuat kehidupan sosial masyarakat, antara lain pelayanan kesehatan gratis, penyuluhan wawasan kebangsaan, edukasi bahaya narkoba, dan berbagai kegiatan penyuluhan lainnya.

    Dengan demikian, pembangunan tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga memperkuat pengetahuan, kesehatan, dan kesadaran sosial warga.

    Dari Gorong-Gorong hingga Seribu Pohon

    Komandan Kodim 0603/Lebak, Letkol Inf. I Gede Mahendra Subrata, S.I.P., M.I.P., M.Sc., menjelaskan bahwa TMMD ke-130 memiliki sejumlah sasaran pokok, sasaran tambahan, serta program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD).

    Sasaran fisik pokok meliputi pembangunan jalan, lima titik pembangunan rutilahu, lima titik gorong-gorong, satu titik plat backer, serta pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 20 meter dengan tinggi 0,8 meter.

    Sementara itu, sasaran tambahan dan program unggulan KASAD meliputi pembangunan lima titik sumur bor, penanaman seribu batang pohon, upaya penurunan stunting yang menyasar 200 orang, penanaman padi di lahan seluas satu hektare, pembagian ratusan paket sembako, santunan kepada 100 anak yatim, serta pembuatan satu titik prasasti.

    Rangkaian kegiatan tersebut menggambarkan bahwa pembangunan desa tidak dapat dipisahkan dari persoalan lingkungan, ketahanan pangan, kesejahteraan keluarga, dan kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.

    Seribu pohon yang ditanam bukan sekadar hitungan bibit. Ia menjadi pengingat bahwa pembangunan hari ini juga harus memikirkan ruang hidup generasi mendatang. Begitu pula sumur bor, yang diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan air bersih, serta program ketahanan pangan yang berupaya mendukung kehidupan masyarakat desa.

    Dandim juga memaparkan sejumlah kegiatan nonfisik yang akan dilaksanakan, di antaranya penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), bahaya narkoba, pemutaran film dokumenter, reboisasi, budidaya ikan air tawar, mitigasi bencana, pelayanan keluarga berencana (KB), serta bazar dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Program-program tersebut diharapkan membuka ruang interaksi antara prajurit dan masyarakat, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai persoalan sosial, lingkungan, kesehatan, dan ekonomi yang dekat dengan kehidupan warga.

    Sekda Lebak: Wujud Nyata TNI Bersama Rakyat

    Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Nelson Nainggolan, yang hadir mewakili Bupati Lebak, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan TMMD ke-130 di wilayah Citorek Barat.

    Ia memandang program tersebut sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat, terutama melalui kegiatan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

    Apresiasi pemerintah daerah itu sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah, aparat kewilayahan, tokoh adat, dan masyarakat dalam mendorong pemerataan pembangunan.

    Di daerah dengan kondisi geografis yang menantang, pembangunan membutuhkan lebih dari sekadar rencana. Ia memerlukan kehadiran, koordinasi, dan kesinambungan agar hasil pekerjaan tidak berhenti sebagai proyek sesaat, tetapi dapat dipelihara dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.

    Karena itu, keberhasilan TMMD kelak tidak hanya diukur dari selesainya jalan, berdirinya rumah, atau bertambahnya titik sumber air. Lebih jauh, keberhasilan tersebut akan terlihat dari seberapa besar manfaatnya bagi kehidupan masyarakat setelah para prajurit kembali menjalankan tugas di tempat lain.

    Sambutan Anak Sekolah, Catatan tentang Masa Depan

    Di tengah seremoni pembukaan, riuh sambutan anak-anak sekolah menjadi bagian yang paling membekas. Mereka hadir sebagai saksi kecil dari sebuah ikhtiar pembangunan yang berlangsung di kampungnya sendiri.

    Bagi mereka, jalan yang dibangun hari ini mungkin kelak menjadi jalur berangkat ke sekolah. Rumah yang diperbaiki dapat menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi sebuah keluarga. Sumber air yang tersedia dapat membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat.

    Mereka mungkin belum sepenuhnya memahami istilah pembangunan terpadu, sasaran fisik, ataupun program unggulan. Namun, mereka dapat melihat dan merasakan arti kehadiran orang-orang yang datang untuk bekerja bagi desanya.

    TMMD ke-130 Kodim 0603/Lebak pun memulai langkahnya di Kampung Cibedug, Desa Citorek Barat. Dari jalan sepanjang 1,4 kilometer hingga pelayanan sosial bagi masyarakat, program ini membawa pekerjaan yang harus dituntaskan dan harapan yang perlu dijaga bersama.

    Sebab, pembangunan yang paling berarti bukan hanya yang tampak kokoh di atas tanah, melainkan yang mampu menumbuhkan kepercayaan di hati masyarakat.

    Dan di Citorek Barat, di antara suara anak-anak yang menyambut para prajurit, harapan itu menemukan panggungnya: sebuah desa yang ingin terus bergerak maju, bersama rakyat, bersama pemerintah, dan bersama TNI.

    Penulis : Firdaus

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional