Papua Tengah Perkuat Komitmen Iklim, Susun Strategi FOLU Net Sink 2030 untuk Masa Depan Hutan Berkelanjutan

waktu baca 3 menit
Kamis, 25 Jun 2026 09:48 7 Redaksi

    Harianterbit.id | Nabire – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat langkah nyata dalam mendukung pembangunan rendah karbon melalui penyusunan Rencana Kerja Sub Nasional Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Workshop II Penyusunan Tentatif Rencana Kerja Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Aula Ballroom Area Perkantoran Setda Provinsi Papua Tengah, Nabire, Rabu (25/6/2026).

    Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah ini menjadi forum penting untuk menyatukan pemahaman dan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendukung target nasional penurunan emisi gas rumah kaca melalui sektor kehutanan dan penggunaan lahan.

    Workshop tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, peneliti, hingga para pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan hidup di wilayah Papua Tengah.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Rimbawan, Lagu Tanah Papua, doa bersama, hingga pembukaan resmi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Tengah.

    Dalam sambutannya, Kepala DLHKP Papua Tengah menekankan bahwa penyusunan rencana kerja FOLU Net Sink 2030 membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar program yang dirancang dapat berjalan efektif dan sesuai dengan karakteristik wilayah Papua Tengah.

    “Penyusunan Rencana Kerja Sub Nasional FOLU Net Sink 2030 menjadi langkah strategis dalam memastikan kontribusi Papua Tengah terhadap pencapaian target nasional pengurangan emisi, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya hutan dan lingkungan hidup untuk generasi mendatang,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, kondisi geografis dan kekayaan hutan Papua Tengah menjadi potensi besar yang harus dikelola secara bijak melalui kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.

    Dalam sesi utama workshop, peserta memperoleh pemaparan mengenai Executive Summary Draf Rencana Kerja Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Provinsi Papua Tengah yang disampaikan oleh Ir. Thomas Nimbitur, M.Sc., Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan.

    Paparan tersebut menjelaskan berbagai arah kebijakan, target capaian, serta strategi implementasi program FOLU Net Sink di tingkat daerah, termasuk langkah-langkah pengurangan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan.

    Diskusi semakin berkembang melalui penyampaian materi dari sejumlah akademisi, yakni Dr. Ir. A.Muhtarid, M., S.Hut.,MP dari Universitas Hasanuddin, Dr. Yunus Mampioper, S.Hut.,M.For.,IPM dari Universitas Ottow Geissler Papua, serta Dr.Anton Silas Sinery, S.Hut.,MP dari Universitas Papua.

    Para narasumber memberikan berbagai pandangan mengenai pengelolaan hutan berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati, serta strategi menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi review terhadap draf rencana kerja yang dipandu oleh Dr. Ir. Subardi, M.Wood.Sc. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    Dalam sesi tersebut, peserta memberikan masukan, koreksi, dan rekomendasi untuk menyempurnakan dokumen perencanaan yang nantinya akan menjadi pedoman pelaksanaan program FOLU Net Sink 2030 di Provinsi Papua Tengah.

    Melalui diskusi yang berlangsung aktif dan konstruktif, berbagai prioritas program berhasil dirumuskan, mulai dari penguatan tata kelola hutan, pencegahan kebakaran hutan, rehabilitasi lahan, hingga peningkatan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

    Hasil workshop ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia akademik, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan hijau serta menjaga hutan Papua Tengah sebagai aset strategis daerah.

    Pemerintah Provinsi Papua Tengah optimistis bahwa dokumen Rencana Kerja Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 akan menjadi fondasi penting dalam mendukung komitmen Indonesia menghadapi perubahan iklim sekaligus memastikan keberlanjutan sumber daya alam.

    Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 merupakan agenda nasional yang menargetkan sektor Forestry and Other Land Use (FOLU) mampu menyerap emisi gas rumah kaca lebih besar dibandingkan emisi yang dihasilkan pada tahun 2030. Program ini menjadi salah satu pilar utama Indonesia dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan dan pengendalian perubahan iklim. (Abdullah)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional