
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak, Halimatussadiah. Harianterbit.id | LEBAK – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Kabupaten Lebak memastikan seluruh jemaah umrah yang diberangkatkan melalui lima Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) resmi telah kembali ke Indonesia dengan selamat.
Kepastian tersebut disampaikan di tengah dinamika situasi di Timur Tengah yang berdampak pada penyesuaian sejumlah jadwal penerbangan internasional, termasuk rute dari dan menuju Arab Saudi. Pemerintah pusat sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi penundaan maupun pembatalan penerbangan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak, Halimatussadiah, menegaskan bahwa seluruh jemaah yang berangkat melalui jalur resmi dalam kondisi aman.
“Alhamdulillah, untuk Kabupaten Lebak, seluruh jemaah umrah dari lima KBIHU resmi yang terdaftar sudah kembali ke Tanah Air. Terakhir, jemaah KBIHU Mirpad tiba di Indonesia pada 27 Februari 2026,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Meski demikian, pihaknya mengungkapkan adanya jemaah asal Lebak yang berangkat melalui skema travel konsorsium. Dalam pola tersebut, jemaah dihimpun dari Lebak, namun proses pemberangkatan dilakukan dari luar daerah sehingga tidak tercatat dalam sistem pelaporan tingkat kabupaten.
Menurut Halimatussadiah, keberangkatan melalui konsorsium berada di luar pengawasan kantor Kemenhaj Lebak.
“Mereka berangkat melalui konsorsium dari masing-masing travel asalnya dan tidak meminta izin maupun melaporkan keberangkatan kepada Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak. Jadi itu di luar tanggung jawab kami,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan celah dalam pendataan dan mitigasi risiko, terutama apabila terjadi gangguan penerbangan atau situasi darurat di luar negeri. Tanpa laporan resmi, otoritas daerah tidak memiliki data akurat terkait jumlah maupun posisi jemaah yang berangkat melalui jalur tersebut.
Kemenhaj Lebak menyatakan terus memantau perkembangan situasi melalui koordinasi dengan perwakilan kementerian di Arab Saudi. Seluruh jemaah, termasuk yang tergabung dalam travel konsorsium dan masih berada di Arab Saudi, diimbau mengikuti arahan resmi dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) serta otoritas setempat.
Kepada keluarga jemaah, Halimatussadiah meminta agar tetap tenang dan mengakses informasi dari saluran resmi. Hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan dari keluarga yang menanyakan keberadaan anggota keluarganya.
Fenomena travel konsorsium ini menjadi catatan penting bagi penguatan sistem pelaporan dan pengawasan keberangkatan umrah di daerah, agar seluruh jemaah dapat terdata dan risiko perjalanan dapat diminimalkan.
