Ellyas Yumte Bantah Pamflet yang Catut Nama dan Fotonya, Desak Pelaku Segera Klarifikasi

waktu baca 3 menit
Senin, 12 Okt 2026 20:20 0 Redaksi

    Harianterbit.id KOTA SORONG – Ellyas Yumte, S.AN., pengurus Forum Lintas Suku Asli Papua Provinsi Papua Barat Daya dari sub-suku Aifat, Suku Maybrat, dengan tegas membantah beredarnya pamflet atau stiker yang memuat foto dan namanya disertai pernyataan yang tidak pernah dikeluarkannya.

    Ellyas menegaskan, pamflet tersebut dibuat dan disebarkan tanpa sepengetahuan maupun persetujuannya. Ia meminta pihak yang bertanggung jawab segera memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

    Ellyas mengaku pertama kali mengetahui keberadaan pamflet tersebut setelah menerima kiriman gambar dari seorang saudaranya. Setelah ditelusuri, pamflet yang mencantumkan foto dan namanya itu diketahui telah beredar melalui media sosial Facebook, khususnya pada grup atau halaman informasi Info Papua Barat Daya Kota Sorong.

    “Saya tegaskan bahwa pamflet atau stiker yang beredar dan mencantumkan foto serta nama saya itu bukan berasal dari saya. Saya sendiri kaget ketika melihatnya karena tidak pernah membuat ataupun mengeluarkan pernyataan seperti yang tertulis dalam pamflet tersebut,” tegas Ellyas dalam keterangannya.

    Menurutnya, penggunaan nama dan foto tanpa izin untuk menyebarkan pernyataan yang tidak pernah disampaikannya berpotensi merugikan nama baik serta memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia mengkhawatirkan beredarnya informasi tersebut dapat menimbulkan polemik, khususnya di kalangan keluarga besar Suku Maybrat dan sub-suku Aifat, baik di Kabupaten Maybrat maupun Kota Sorong.

    Ellyas juga meluruskan informasi dalam pamflet yang mencantumkan atau mengatasnamakan masyarakat Maybrat serta kepala suku Maybrat. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan kepala suku Maybrat, melainkan pengurus Forum Lintas Suku Asli Papua Provinsi Papua Barat Daya dari sub-suku Aifat, Suku Maybrat.

    Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan isi pamflet tersebut sebelum memastikan kebenaran informasi dan pihak yang bertanggung jawab atas pembuatannya.

    “Jangan menggunakan nama dan foto saya untuk menyebarkan pernyataan yang tidak pernah saya keluarkan. Setiap informasi yang disampaikan kepada publik harus jelas sumbernya dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

    Ia menilai penggunaan identitas seseorang tanpa izin untuk menyebarkan informasi yang tidak benar merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, etika bermedia sosial harus dijaga oleh setiap pengguna, terlebih apabila informasi yang disebarkan berpotensi memperkeruh suasana dan merusak hubungan kekeluargaan di tengah masyarakat.

    Atas kejadian tersebut, Ellyas meminta pihak yang membuat dan menyebarkan pamflet itu segera menghapus seluruh unggahan terkait dari media sosial. Ia juga mendesak pihak yang bersangkutan menyampaikan klarifikasi secara terbuka untuk meluruskan informasi yang telah beredar sekaligus memulihkan nama baiknya.

    “Saya meminta kepada orang-orang yang membuat dan menyebarkan pamflet tersebut agar segera menghapusnya dan melakukan klarifikasi secara terbuka. Jika tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini, saya akan mempertimbangkan langkah hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

    Ellyas turut mengimbau keluarga besar Maybrat, khususnya sub-suku Aifat, serta masyarakat Kota Sorong dan seluruh wilayah Papua Barat Daya agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang beredar.

    Ia berharap masyarakat lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial dengan memeriksa kebenaran informasi, memastikan sumbernya, serta tidak terburu-buru membagikan konten yang belum terverifikasi.

    Menutup keterangannya, Ellyas kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan sebagaimana tercantum dalam pamflet tersebut. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan seluruh pihak dapat menjaga etika bermedia sosial, menghormati nama baik orang lain, serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu kesalahpahaman dan perpecahan di tengah keluarga besar Maybrat dan Aifat. (Abdullah)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional