Koalisi Rakyat Tambrauw Bersatu Minta Bupati Hadir Dengarkan Aspirasi Masyarakat

waktu baca 4 menit
Sabtu, 29 Agu 2026 22:10 2 Redaksi

    Harianterbit.id Kota Sorong – Lima Suku Besar bersama sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Tambrauw meminta Bupati Tambrauw, Yeskiel Yesnath, S.E.M.Si.hadir secara langsung dalam agenda audiensi bersama masyarakat yang akan digelar pada Senin, 31 Agustus 2026, di Kantor Bupati Tambrauw, Fef. Audiensi tersebut dinilai penting untuk membicarakan berbagai kepentingan masyarakat, pembangunan daerah, serta kondisi ekonomi di Kabupaten Tambrauw, Sabtu (29/8/2026)

    Permintaan tersebut disampaikan setelah perwakilan masyarakat mengirimkan surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw terkait rencana kedatangan mereka untuk melakukan audiensi pada 31 Agustus 2026. Pertemuan itu diharapkan menjadi ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam menyampaikan aspirasi serta berbagai kegelisahan yang dirasakan masyarakat selama pemerintahan berjalan.

    Lima Suku Besar bersama masyarakat Tambrauw menyatakan bahwa audiensi tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian masyarakat adat terhadap perkembangan Kabupaten Tambrauw. Mereka yang terlibat terdiri dari tokoh-tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, mahasiswa, serta berbagai komponen masyarakat lainnya yang memiliki perhatian terhadap masa depan pembangunan daerah.

    Sekretaris Tim Pemekaran Kabupaten Tambrauw, Fransiskus Hae, menegaskan bahwa pihaknya berharap Bupati Tambrauw dapat hadir dan berdialog secara langsung dengan masyarakat.Menurutnya, kehadiran kepala daerah akan menjadi bentuk penghargaan terhadap masyarakat yang datang membawa aspirasi untuk kepentingan pembangunan Kabupaten Tambrauw.

    “Kami sangat bersyukur apabila komponen Pemerintah Kabupaten Tambrauw bisa hadir bersama Bupati dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Tambrauw. Dengan demikian, kita bisa sama-sama membicarakan kepentingan masyarakat Tambrauw,” ujar Fransiskus dalam keterangannya di salah satu hotel di Kota Sorong.

    Ia mengatakan, masyarakat memiliki sejumlah kegelisahan yang perlu disampaikan secara terbuka kepada pemerintah. Karena itu, audiensi diharapkan tidak dipandang sebagai bentuk penolakan ataupun kebencian terhadap Bupati Tambrauw, melainkan sebagai bagian dari kontrol dan perhatian masyarakat terhadap jalannya pemerintahan serta pembangunan daerah.

    Fransiskus berharap seluruh aspirasi yang nantinya disampaikan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.Menurut dia, masyarakat menginginkan agar pembangunan di Kabupaten Tambrauw dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, termasuk generasi muda yang akan menjadi penerus pembangunan di daerah tersebut.

    Sementara itu, Sekretaris Suku Irires, Nikolas Sasior, menegaskan bahwa Bupati Tambrauw diharapkan hadir menerima masyarakat pada Senin, 31 Agustus 2026, di Kantor Bupati di Fef. Ia menyebut kehadiran masyarakat dalam audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah.

    Nikolas menjelaskan bahwa masyarakat yang datang bukan hanya berasal dari satu kelompok, tetapi merupakan gabungan berbagai elemen masyarakat Tambrauw. Pemuda, perempuan, mahasiswa, tokoh adat, dan komponen masyarakat lainnya memiliki satu tujuan, yakni mendorong agar pemerintahan di Kabupaten Tambrauw dapat berjalan dengan baik dan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat.

    “Kami punya satu tujuan yang sama, bagaimana pemerintahan berjalan dengan baik untuk kepentingan masyarakat. Apa yang akan kami sampaikan merupakan pandangan dan pikiran masyarakat. Bukan berarti kami membenci Bapak Bupati,” tegas Nikolas.

    Menurutnya, masyarakat justru ingin memberikan masukan kepada Bupati agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah sekaligus pelayan masyarakat dengan sebaik-baiknya. Aspirasi yang disampaikan diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan untuk memperbaiki berbagai hal yang berkaitan dengan pelayanan publik dan pembangunan daerah.

    Nikolas juga berharap hasil audiensi nantinya dapat memberikan arah yang lebih baik bagi pembangunan Kabupaten Tambrauw. Ia menilai pemerintah, masyarakat adat, pemuda, perempuan, mahasiswa, dan seluruh komponen masyarakat perlu membangun komunikasi serta kerja sama agar berbagai persoalan yang dihadapi daerah dapat dibicarakan secara terbuka dan mencari solusi bersama.

    Pertemuan tersebut, kata dia, merupakan momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan secara langsung kepada pemimpin daerah. Masyarakat berharap Bupati Tambrauw dapat membuka ruang dialog yang seluas-luasnya sehingga berbagai aspirasi dan kegelisahan masyarakat dapat didengar serta mendapat perhatian serius dari pemerintah.

    Lima Suku Besar bersama elemen masyarakat Tambrauw pun menegaskan bahwa audiensi pada 31 Agustus 2026 merupakan bagian dari kepedulian mereka terhadap Kabupaten Tambrauw yang dicintai bersama.Mereka berharap Bupati Tambrauw, jajaran pemerintah daerah, serta pimpinan DPRK dapat hadir dan bersama-sama membicarakan masa depan pembangunan, pelayanan masyarakat, serta kondisi ekonomi demi kepentingan masyarakat dan generasi Tambrauw ke depan. (Abdullah)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional