BBPJN Berharap Jembatan Wariori Kembali Berfungsi Normal pada 2027

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Jul 2026 12:12 3 Redaksi

    Harianterbit.id | Manokwari – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Papua Barat dan Papua Barat Daya terus mempercepat pembangunan Jembatan Wariori yang menjadi penghubung utama empat kabupaten di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, yakni Kabupaten Manokwari, Tambrauw, Maybrat, dan Kabupaten Sorong.

    Kepala BBPJN Papua Barat dan Papua Barat Daya, Wijayanto, berharap pembangunan jembatan tersebut dapat rampung pada 2027 sehingga akses transportasi Manokwari–Sorong kembali berfungsi normal seperti sebelum mengalami kerusakan.

    Pada kesempatan yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Provinsi Papua Barat pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Manokwari, Nugroho Condro Sumpeno, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Wariori dilaksanakan dengan skema kontrak tahun jamak (multi years).

    “Saat ini progres pekerjaan telah mencapai 58,26 persen,” ujar Nugroho, Senin (27/7/2026).

    Ia menjelaskan, secara fisik pekerjaan telah memasuki tahap pengadaan rangka baja. Dari tiga bentang jembatan yang direncanakan, dua bentang telah tiba di Manokwari dan berada di lokasi proyek.

    Sementara itu, pekerjaan yang sedang difokuskan saat ini adalah pembangunan fondasi. Fondasi jembatan menggunakan sistem bored pile yang dilengkapi dua abutment. Untuk sisi Manokwari, pekerjaan tiang bor telah mencapai 12 titik.

    “Saat ini kami fokus mengerjakan pile di sisi Sorong. Baru satu titik yang selesai karena kondisi lokasi berbatu sehingga material cukup sulit dikeluarkan,” katanya.

    Nugroho mengatakan, setelah pekerjaan pile selesai, akan segera dilakukan pengecoran abutment sehingga satu bentang rangka baja dapat langsung dipasang tanpa harus menunggu seluruh rangka tiba.

    “Kami tidak perlu menunggu ketiga rangka untuk dipasang secara bersamaan. Prioritas saat ini adalah sisi Sorong, sementara pekerjaan di sisi Manokwari juga terus dipercepat,” jelasnya.

    Ia memastikan, setelah pembangunan Jembatan Wariori selesai pada 2027, jembatan darurat yang saat ini digunakan akan dibongkar.

    Jembatan Wariori merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya melalui ruas Jalan Trans Papua. Keberadaannya menjadi jalur utama mobilitas masyarakat serta distribusi barang yang melintasi sedikitnya empat kabupaten.

    Jembatan tersebut mengalami kerusakan parah dan ambruk akibat banjir bandang pada pertengahan 2024. Sebagai solusi sementara, dibangun jembatan darurat berbahan kayu. Namun, jembatan darurat itu kembali putus total pada awal Mei 2026 setelah diterjang banjir.

    Sejak bencana tersebut, BBPJN Papua Barat dan Papua Barat Daya terus melakukan berbagai upaya percepatan penanganan, mulai dari penanganan pascabencana hingga pembangunan jembatan permanen.

    BBPJN berharap pembangunan Jembatan Wariori dapat selesai sesuai target pada 2027 sehingga kembali dapat dimanfaatkan masyarakat dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi maupun transportasi di wilayah Manokwari, Tambrauw, Maybrat, dan Kabupaten Sorong. (Jun)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional