Keterangan foto : Frustrasi akibat kondisi jalan yang rusak parah dan janji yang tak kunjung ditepati membuat warga di Kampung Parung, Desa Intenjaya, Kecamatan Cimarga, Senin (16/2/2026) Harianterbit.id Lebak – Frustrasi akibat kondisi jalan yang rusak parah dan janji yang tak kunjung ditepati membuat warga di Kampung Parung, Desa Intenjaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak mengambil langkah unik. Mereka menanami bagian jalan yang tidak layak pakai dengan tanaman padi dan pisang, sebagai bentuk aksi untuk menuntut pertanggungjawaban dari Gubernur Banten Andra Soni.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (14/2/2026), dimana ratusan warga berkumpul di ruas jalan yang menghubungkan dua desa di wilayah Kabupaten Lebak. Jalan yang seharusnya menjadi akses utama bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat, telah dibiarkan rusak selama lebih dari dua tahun dengan kondisi lubang berlubang dan sering tergenang air saat musim hujan.
Ketua RW 1 Kampung Parung, Sartani mengaku mereka telah berkali-kali mengajukan keluhan kepada berbagai pihak terkait, termasuk menghadap Gubernur Banten Andra Soni sekitar satu tahun yang lalu. Saat itu, pihaknya berjanji akan segera mengkoordinasikan dengan dinas terkait untuk melakukan perbaikan jalan. Namun hingga kini, tidak ada tindakan nyata yang terlihat.
“Kita sudah sabar menunggu, tapi jalan malah semakin parah. Bahkan kendaraan roda empat sudah tidak bisa lewat lagi,” ujar Sartani.
“Kita tidak punya pilihan lain selain memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam makanan bagi keluarga kita.” sambungnya.
Kondisi jalan yang memprihatinkan telah mengganggu banyak aspek kehidupan masyarakat. Petani kesulitan mengangkut hasil panen ke pasar, siswa harus berjalan kaki jauh untuk mencapai sekolah, dan akses layanan kesehatan menjadi sulit ketika ada kasus darurat.
“Ada kalanya kita harus membawa orang sakit dengan cara terpaksa karena tidak ada kendaraan yang bisa masuk ke desa ini,” tambah seorang ibu rumah tangga di lokasi.
Warga berharap bahwa tindakan mereka menanam padi dan pisang di jalan rusak ini dapat menarik perhatian pihak berwenang dan membuat Andra Soni memenuhi janji yang telah diberikan.
“Kita hanya menginginkan jalan yang layak untuk digunakan. Itu adalah hak kita sebagai rakyat yang harus diperhatikan oleh wakil kita,” pungkas perwakilan warga.