Menulis Sebuah Kebenaran

Eniyati : Dukung Ibu Bekerja Terus Menyusui Agar Ibu Sehat Bayi Sehat

HARIANTERBIT.ID (CIMANUK) – Banyak faktor yang menyebabkan ibu bekerja tidak memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif kepada buah hati. Ketika ibu bekerja, biasanya pemberian ASI hanya berlangsung selama tiga bulan sesuai dengan jadwal cuti, padahal untuk lulus ASI eksklusif berlangsung selama enam bulan.

Inilah yang menjadi alasan untuk mengkampanyekan dukung ibu bekerja terus menyusui agar ibu sehat dan bayinya juga sehat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang Hj. Eniyati mengatakan, menyusui adalah salah satu investasi terbaik bangsa karena ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Bayi yang tidak mendapatkan ASI, berisiko terserang penyakit-penyakit infeksi seperti diare, infeksi saluran pernapasan atas, dan infeksi lainnya.
Mengingat pentingnya menyusui, Dinas Kesehatan mendorong ibu yang baru melahirkan, untuk memberikan ASI saja bagi buah hatinya secara eksklusif tanpa diberikan makanan tambahan apapun hingga anaknya berusia enam bulan.
Menurut Hj. Eniyati, ASI eksklusif untuk bayi yang diberikan ibu mempunyai peranan penting, yakni meningkatkan ketahanan tubuh bayi. Karenanya bisa mencegah bayi terserang berbagai penyakit yang bisa mengancam kesehatan bayi.

BACA JUGA:DPKP Pandeglang Optimalkan Peran PPL Untuk Produktivitas Melalui Sekolah Lapang
Hal itu disampaikan Kadinkes Pandeglang di lokasi Gebyar Pekan Menyusui Dunia 2023 yang dipusatkan di UPT Puskesmas Cimanuk, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (26/8/2023)
Eniyati meminta dukungan semua pihak agar ibu baru melahirkan bisa ASI eksklusif, termasuk ibu bekerja yang mesti kembali masuk kantor sebelum anaknya berusia enam bulan.
“Kita sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak supaya ibu-ibu tetap bisa memberikan ASI eksklusif, termasuk di tempat kerja,” katanya.
Hadir dalam rangkaian acara gebyar Pekan Menyusui Dunia 2023 yang mengusung tema tetap menyusui, berikan dukungan pada orang tua bekerja tersebut Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita, Sekretaris Daerah H. Ali Fahmi Sumanta, Pengurus Pusat Ikatan Konselor Menyusui Indonesia (IKMI) serta para pejabat dan stakeholder terkait.
Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita mengatakan, pemberian ASI menjadi salah satu intervensi prioritas program pembangunan kesehatan di Kabapten Pandeglang yang terbukti efektif dalam pencegahan terjadinya stunting.
“Pemberian ASI kepada anak harus terus didorong, agar prevalensi stunting di Kabupaten Pandeglang semakin menurun, sebagaimana target Pemerintah Pusat turun hingga 14 persen pada tahun 2024,” terangnya.
Ia mengimbau kepada seluruh jajaran terkait untuk memberikan dukungan kepada para ibu dan keluarganya dalam membangun kepercayaan diri tentang proses menyusui, memberikan konseling tentang mengatasi tantangan dalam menyusui dan menciptakan lingkungan yang ramah untuk seorang ibu menyusui.
“Agar kesadaran ibu menyusui semakin meningkat, demi mewujudkan generasi emas Indonesia 2045,” imbaunya. (Asep WE)***

You might also like