Meki Nawipa Apresiasi Papua Reggae Festival XI, Papua Tengah Siap Jadi Rumah Besar Musisi Papua

waktu baca 3 menit
Jumat, 16 Okt 2026 18:07 2 Redaksi

    Harianterbit.id Nabire — Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, musisi, seniman, serta berbagai pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan Papua Reggae Festival XI Culture and Art di Nabire, Papua Tengah.

    Meki Nawipa menilai festival tersebut bukan sekadar ajang hiburan, tetapi menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, sekaligus membuka ruang kreativitas bagi generasi muda Papua melalui seni dan musik.

    Hal itu disampaikan Meki Nawipa dalam sambutannya pada kegiatan Papua Reggae Festival XI, Jumat (16/10/2026).

    Ia mengaku bangga melihat kehadiran musisi dan seniman Papua dari berbagai wilayah yang datang ke Nabire untuk memeriahkan festival tersebut. Menurutnya, kehadiran para musisi dari berbagai daerah, termasuk dari Lembah Baliem, menunjukkan bahwa musik mampu menjadi media pemersatu masyarakat Papua.

    “Saya menyampaikan terima kasih dan rasa bangga kepada musisi-musisi orang Papua yang datang ke Nabire. Kehadiran mereka, termasuk dari Lembah Baliem, merupakan kebanggaan kita semua,” ujar Nawipa.

    Menurutnya, musik reggae tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan perdamaian, mempererat persaudaraan, serta memperkuat identitas budaya masyarakat Papua.

    Karena itu, ia berharap nilai-nilai persatuan dan perdamaian yang disuarakan melalui festival tersebut dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua dalam membangun kehidupan yang harmonis.

    Meki juga mendorong agar Papua Reggae Festival menjadi ruang bagi anak-anak muda Papua untuk berkarya, berinovasi, serta mengembangkan bakat di bidang seni dan musik.

    Ia menilai generasi muda perlu diberikan ruang yang lebih luas untuk menunjukkan kemampuan mereka sehingga karya musisi Papua dapat semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga mancanegara.

    Selain menjadi ruang ekspresi seni, Nawipa berharap festival tersebut mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran musisi, seniman, pelaku usaha kecil, serta pengunjung dinilai dapat membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Papua Tengah.

    Gubernur Papua Tengah itu juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat yang hadir untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta suasana persaudaraan selama festival berlangsung.

    Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Papua Tengah siap mendukung keberlanjutan Papua Reggae Festival sebagai wadah bagi musisi dan seniman Papua untuk berkarya.

    Nawipa bahkan mengajak pemerintah daerah lain di Tanah Papua untuk memberikan ruang bagi penyelenggaraan kegiatan serupa pada tahun-tahun mendatang. Namun, apabila tidak ada daerah lain yang menjadi tuan rumah, Papua Tengah siap kembali menjadi tempat penyelenggaraan dengan skala yang lebih besar.

    “Kalau anak-anak Papua di tempat lain tidak bisa mendapatkan ruang untuk berkarya, Nabire, Papua Tengah, siap menampung. Papua Tengah menjadi rumah kita bersama untuk mengangkat harga diri kita melalui event ini,” tegas Nawipa.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan musik reggae dan kreativitas anak muda Papua, Nawipa juga menyampaikan komitmen pribadinya untuk memberikan hadiah kepada para pemenang festival.

    Ia menyebutkan hadiah sebesar Rp50 juta untuk juara pertama, Rp30 juta untuk juara kedua, dan Rp30 juta untuk juara ketiga.

    Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para musisi untuk terus meningkatkan kualitas karya dan kemampuan bermusik.

    Menutup sambutannya, Nawipa menegaskan bahwa esensi festival musik bukan semata-mata menentukan siapa yang paling hebat atau terbaik. Lebih dari itu, musik harus menjadi media untuk mengekspresikan diri, menyampaikan pesan perdamaian, sekaligus menggambarkan kehidupan dan identitas masyarakat Papua.

    Ia menilai musik reggae memiliki kedekatan dengan sejarah perjuangan dan identitas masyarakat kulit hitam di berbagai belahan dunia. Menurutnya, musik dan sepak bola juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat asli Papua.

    Karena itu, ia berharap Papua Reggae Festival dapat terus berkembang sebagai ruang persatuan, kebanggaan budaya, kreativitas generasi muda, sekaligus wadah untuk memperkuat martabat orang Papua di tanahnya sendiri. (Abdullah)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional