Pengaruh Jokowi Jadi Ujian bagi Partai Penguasa Parlemen, Pengamat Ingatkan Ketum agar Tidak Lengah

waktu baca 2 menit
Jumat, 16 Okt 2026 07:20 3 Redaksi

    Jakarta – Pengamat politik Agus Partono menilai menguatnya kembali pengaruh politik Joko Widodo (Jokowi) berpotensi mengubah peta kekuasaan dan menguji kemandirian partai-partai di parlemen. Jika pengaruh Jokowi kembali menguat sementara Gibran Rakabuming Raka tetap berada di lingkaran pemerintahan, para ketua umum partai perlu mewaspadai kemungkinan perubahan keseimbangan politik.

    Konflik Partai Demokrat yang melibatkan kubu Moeldoko dan Agus Harimurti Yudhoyono, pergantian kepemimpinan Golkar dari Airlangga Hartarto kepada Bahlil Lahadalia, hingga kegagalan PPP menembus parlemen pada Pemilu 2024 menjadi rangkaian peristiwa yang patut dievaluasi. Namun, masing-masing memiliki latar belakang berbeda dan tidak otomatis membuktikan adanya satu skenario penguasaan partai.

    Pengaruh Jokowi Jadi Ujian Bagi Partai Penguasa Parlemen, Pengamat Ingatkan Ketum Agar Tidak Lengah

    “Jangan sampai ketua umum partai merasa aman karena berada dekat dengan kekuasaan. Politik bisa berubah sewaktu-waktu. Ketika pengaruh satu lingkaran elite semakin besar, kemandirian dan daya tawar partai harus benar-benar dijaga,” demikian inti analisis yang perlu menjadi perhatian elite politik.

    Agus juga menyoroti putusan MK terkait persoalan ijazah Gibran yang disebut membuka perdebatan mengenai kemungkinan pemakzulan. Perkembangan tersebut tetap harus dinilai berdasarkan substansi putusan dan mekanisme konstitusional, bukan semata-mata kalkulasi politik.

    Kini, Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan kekuasaan dan memastikan partai-partai tetap memiliki ruang politik yang mandiri.

    Peringatannya tegas: para ketua umum partai jangan terlena. Jangan sampai ketika peta kekuasaan berubah, mereka justru kehilangan kendali atas partainya sendiri. Dalam politik, kedekatan dengan penguasa bukan jaminan bebas dari gejolak.

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional