Dukung Proyek Strategis Nasional, Papua Barat Bentuk Tim Efektif Tata Kelola Mikrohidro

waktu baca 3 menit
Senin, 12 Okt 2026 16:54 3 Redaksi

    Harianterbit.id Manokwari – Dalam upaya mendukung kesiapan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan mempercepat transisi energi, Pemerintah Provinsi Papua Barat terus mematangkan tata kelola energi baru terbarukan. Melalui inovasi SI-PAPUA ENERGI, provinsi ini resmi membentuk Tim Efektif sebagai langkah awal mewujudkan tata kelola Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang terintegrasi.

    Rapat pembentukan Tim Efektif ini digelar sebagai bagian dari persiapan Proyek Perubahan dalam Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXIX Tahun 2026.

    Inovasi SI-PAPUA ENERGI digagas oleh Drs. Syors A. O. Marini, M.Si., NDH 35, dengan mengusung tema strategis “Tata Kelola PLTMH Terintegrasi Menuju Kesiapan Proyek Strategis Nasional di Papua Barat untuk Mempercepat Transisi Energi dan Mewujudkan Resiliensi Nasional.”ujarnya Rabu (07/10/2026)

    Sinergi Lintas Sektor untuk Tata Kelola Terpadu

    Pembentukan Tim Efektif ini menjadi instrumen vital untuk membangun kesamaan visi, membagi peran, serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Dalam pelaksanaannya, proyek perubahan ini melibatkan kolaborasi kuat dengan berbagai stakeholder eksternal, yakni Dinas ESDM Papua Barat,PLN, Bappeda Papua Barat, Inspektorat Daerah, Biro Hukum, Biro Pemerintahan, Kominfo, serta lembaga legislatif.

    Koordinasi lintas sektor ini dinilai sangat krusial. Pengelolaan PLTMH tidak hanya berbicara soal teknis, tetapi membutuhkan keterpaduan berbagai aspek seperti perencanaan, pemetaan potensi sumber daya air, kesiapan kelembagaan, pembiayaan, perlindungan lingkungan, hingga pelibatan masyarakat adat di wilayah yang memiliki akses energi terbatas.

    Pembentukan Tim Efektif merupakan langkah penting untuk memastikan setiap tahapan kegiatan dapat dilaksanakan secara terkoordinasi. Mulai dari persiapan kebijakan, penyusunan tata kelola PLTMH terintegrasi, hingga penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan,” ujar Syors A. O. Marini.

    Target 60 Hari Kerja: Mewujudkan Payung Hukum

    Dalam tahapan jangka pendek, SI-PAPUA ENERGI menargetkan capaian konkret dalam 60 hari kerja, yaitu tersedianya  Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Tata Kelola PLTMH Terintegrasi. Regulasi ini akan menjadi landasan hukum dan pedoman operasional bagi pemerintah daerah, pengelola, dan masyarakat.

    Selanjutnya, pada tahap jangka menengah, inovasi ini diarahkan pada implementasi sistem tata kelola terintegrasi serta penyiapan pipeline (daftar usulan) proyek PLTMH. Sementara untuk jangka panjang, target utamanya adalah terbentuknya tata kelola pengembangan PLTMH yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan perencanaan energi terbarukan di Papua Barat.

    Mewujudkan Energi Bersih bagi Masyarakat

    Melalui sinergi dalam SI-PAPUA ENERGI, pengembangan PLTMH diharapkan dapat memperluas pemanfaatan energi bersih, meningkatkan keandalan pasokan listrik, dan secara signifikan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) di wilayah-wilayah yang sesuai untuk pengembangan mikrohidro.

    Dengan semangat “Energi Bersih untuk Papua Barat yang Lebih Maju” pembentukan Tim Efektif ini menjadi langkah awal yang menjanjikan untuk memastikan tata kelola energi terbarukan di Papua Barat berjalan tertib, transparan, partisipatif, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. (Abdullah)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional