ADI Gandeng Mitra Tiongkok Bangun Ekosistem Vokasi Berstandar Internasional

waktu baca 6 menit
Rabu, 24 Jun 2026 17:34 8 Redaksi

    Harianterbit.id Jakarta – Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), PT Global Employment Outsourcing Group (GEOGROUP), Beijing Employment Promotion Center, dan Shanghai Employment Promotion Center resmi memperkuat kerja sama strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, integrasi pendidikan dan industri, serta pembangunan pusat pelatihan praktik publik di Indonesia.

    Kerja sama yang ditandatangani dalam forum China–Indonesia Symposium on Collaborative Development and Cooperation in Vocational Skills ini menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan transformasi industri global yang dipicu oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, manufaktur cerdas, energi baru terbarukan, semikonduktor, serta berbagai sektor industri masa depan yang membutuhkan tenaga kerja berkompetensi tinggi.

    Direktur Beijing Employment Promotion Center, Li Yong, menjelaskan bahwa perubahan teknologi telah menciptakan tantangan baru berupa ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Di Tiongkok, jumlah pekerja pada sektor pekerjaan baru telah melampaui 84 juta orang, sementara Indonesia memiliki sekitar 4,4 juta pekerja pada sektor gig economy yang terus berkembang.

    Menurut Li Yong, tantangan tersebut hanya dapat diatasi melalui kolaborasi erat antara dunia pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan dunia kerja. Untuk itu, Beijing mengembangkan model pelatihan yang mengintegrasikan kebutuhan industri, pelatihan keterampilan, sertifikasi kompetensi, dan layanan penempatan kerja dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

    «”Kebutuhan industri harus menjadi dasar penyusunan pelatihan. Pendidikan, peningkatan keterampilan, sertifikasi, dan layanan ketenagakerjaan harus berjalan dalam satu sistem yang terintegrasi agar mampu menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar siap menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan pasar kerja global,” ujar Li Yong, Rabu (24/6/2026)

    Dalam sesi pemaparan akademik, Ketua Dewan Pakar Asosiasi Dosen Indonesia, Prof. Dr. Djoko Wintoro Poernomo, menegaskan bahwa tantangan terbesar pendidikan tinggi dan vokasi Indonesia saat ini bukan hanya menghasilkan lulusan dalam jumlah besar, tetapi memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri yang berkembang sangat cepat.

    Menurutnya, transformasi digital, kecerdasan buatan, otomatisasi industri, dan perubahan struktur pasar tenaga kerja global menuntut perubahan paradigma pendidikan dari yang semula berorientasi pada penyampaian pengetahuan menjadi pendidikan yang berorientasi pada kompetensi, pengalaman praktik, dan kemampuan adaptasi.

    «”Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah tidak lagi menjadi pilihan, tetapi sebuah kebutuhan. Indonesia memerlukan model pendidikan yang mampu menghubungkan proses pembelajaran dengan kebutuhan nyata dunia kerja sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan, adaptif, dan mampu bersaing pada tingkat global,” jelas Prof. Djoko.»

    Ia menilai kerja sama antara ADI, GEOGROUP, Beijing Employment Promotion Center, dan Shanghai Employment Promotion Center merupakan langkah strategis untuk mempercepat terwujudnya ekosistem pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan industri.

    «”Keberhasilan suatu bangsa pada era ekonomi berbasis pengetahuan sangat ditentukan oleh kualitas talentanya. Karena itu, penguatan kompetensi dosen, modernisasi kurikulum, peningkatan keterampilan peserta didik, dan keterlibatan industri harus berjalan secara bersamaan. Kerja sama ini merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan talenta Indonesia yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi persaingan global,” tambahnya.»

    Melalui kerja sama ini, ADI akan berperan sebagai penghubung strategis antara perguruan tinggi, dosen, lembaga pendidikan vokasi, pemerintah, dan dunia industri dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penelitian kebijakan, serta implementasi program pendidikan berbasis kebutuhan industri.

    Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia, Prof. DSc (HC) Ir. Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki arti strategis tidak hanya untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi, tetapi juga untuk memperkuat kompetensi dosen Indonesia agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan industri global.

    «”ADI sebagai organisasi yang independen menangkap peluang kerja sama ini bukan hanya membantu peningkatan talenta lulusan perguruan tinggi, tetapi juga mendorong dosen untuk terus meningkatkan kompetensinya sejalan dengan perkembangan industri. Harapannya, akan terbangun ekosistem kolaborasi yang mendalam dan berkelanjutan antara ADI, pemerintah Indonesia, pemerintah Tiongkok, dan industri global sehingga perguruan tinggi Indonesia mampu mencetak talenta yang kompeten dan siap kerja di tingkat internasional.”»

    Lebih lanjut, Prof. Berawi menegaskan bahwa ADI berkomitmen menjadikan kerja sama ini sebagai sarana peningkatan kualitas talenta dosen Indonesia agar memiliki daya saing global.

    «”Melalui kerja sama ini, ADI berkomitmen meningkatkan kompetensi dosen Indonesia agar memiliki wawasan internasional, kemampuan adaptasi teknologi, kapasitas riset dan inovasi, serta pemahaman yang kuat terhadap kebutuhan industri global. Dosen tidak hanya menjadi pengajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi inovator, mentor, pengembang kurikulum, peneliti, dan penghubung strategis antara kampus dan dunia industri. Kami ingin memastikan bahwa dosen Indonesia mampu bersaing, berkolaborasi, dan berkontribusi pada tingkat global.”»

    Menurutnya, kerja sama ini akan membuka peluang lebih luas bagi dosen Indonesia untuk mengikuti program peningkatan kompetensi, pelatihan teknologi mutakhir, sertifikasi internasional, pengembangan kurikulum berbasis industri, pertukaran pengetahuan, hingga kolaborasi riset terapan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

    GEOGROUP akan menjadi pelaksana operasional program di Indonesia yang mencakup promosi, rekrutmen peserta, penyelenggaraan pelatihan, koneksi dengan perusahaan, serta penyelarasan kebutuhan tenaga kerja dengan output pendidikan dan pelatihan.

    Sementara itu, kerja sama dengan Shanghai Employment Promotion Center difokuskan pada pembangunan dan pengelolaan Public Skills Training Center berstandar internasional di Indonesia. Model Shanghai akan menjadi rujukan dalam pengembangan fasilitas pelatihan, penyediaan peralatan praktik, pengembangan kurikulum, pelatihan instruktur, dan sistem evaluasi mutu.

    Program ini mengusung konsep terpadu “Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja”, sehingga peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui serta akses langsung ke peluang kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

    Selain penandatanganan kerja sama, forum juga membahas penguatan investasi, pengembangan industri, kepatuhan bisnis, serta peluncuran International HR Service Indonesia Liaison Office for Chinese Enterprises dan China–Indonesia Cross-border Industrial Human Resources Service Alliance yang akan mendukung mobilitas tenaga kerja dan kerja sama industri kedua negara.

    Kerja sama ini dinilai sangat strategis bagi pencapaian Indonesia Emas 2045. Di tengah meningkatnya investasi dan ekspansi industri Tiongkok di Indonesia, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki kompetensi global, sertifikasi internasional, dan pengalaman praktis akan semakin besar.

    Melalui kolaborasi ADI, GEOGROUP, Beijing Employment Promotion Center, dan Shanghai Employment Promotion Center, Indonesia berpeluang membangun ekosistem talenta yang terintegrasi dari kampus hingga dunia kerja. Tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja, kerja sama ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi baru dosen Indonesia yang berkompetensi tinggi, berwawasan global, menguasai teknologi masa depan, serta mampu menjadi motor penggerak transformasi pendidikan dan industri nasional.

    Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang produktif, inovatif, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat regional maupun global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan talenta unggul di kawasan Asia menuju Indonesia Emas 2045.

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional