Menulis Sebuah Kebenaran

Ali Fahmi Sumanta Dilantik Jadi Sekda Definitif Kabupaten Pandeglang

harianterbit.id   Pandeglang -Akhirnya Ali Fahmi Sumanta ditetapkan diposisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) pratama esselon II.a Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang

Dan dilantik menjadi Sekda definitif oleh Bupati Pandeglang, Irna Narulita sesuai nomor keputusan 821:/kep-2614/bkpsdm-2023, Jum’at (7/7) di Pendopo Pandeglang.

Sebelumnya, jabatan Pelaksana Harian (plh) Sekda Pandeglang dijabat oleh Asep Rahmat kurang lebih selama 1,5 bulan. Dan Ali Fahmi Sumanta sebelumnya menjabat Inspektur Inspektorat dan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

BACA JUGA;Pemuda Pancasila Pandeglang Desak BKD DPRD Sikapi Soal Oknum Pelaku Pelecehan Seksual

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, proses penetapan sekda ini sangat panjang prosesnya. Kata Irna, mulai dari pembentukan pansel, seleksi kompetensi oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), dan rekomendasi Gubernur Bannten.

“Empat kandidat semua kompetitif mulaidari Ali Fahmi Sumanta, Ramadani, Asep Rahmat, dan Puji Widodo, integritasnya bagus semua, tapi tetap harus satu yang kita pilih mengacu kepada hasil penilaian,” kata Irna.

Bupati Irna juga menjelaskan, bukan saja penilain dari KASN dan rekomendasi dari Gubernur Banten, ada penilaian tambahan yang diberikan oleh daerah.

“Kondidat ini handal semua kami bingung mana yang akan menjadi definitif, pengabdiannya bagus. Kita coba lihat lagi apakah pernah menjadi TAPD, saya liat lagi sudah berapa kalli memimpin OPD, saya liat lagi pernahkan menjabat camat,” jelasnya.

BACA JUGA; Dinkes Catat 84 Persen Warga Pandeglang Sudah Terlindungi Program JKN

Bupati Irna berpesan kepada Ali Fahmi Sumanta jika tanggung jawab sekda sangat berat ditengah pengaruh Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 212. Aturan ini berdampak besar kepada daerah yang Pendapatan Asli Daerahnya (PAD) masih minim.

“Dana Alokasi Umum (DAU) gak boleh sembarangan karena ada pemangkasan dari pusat, amanat pemerintah kita harus optimalkan PAD untuk menunjang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” terangnya.

“PMK 212 membuat gelisah kepala daerah se indonesia yang PAD daerah nya masih minim. Apalagi harus melakukan penyesuaian setelah mendapatkan persetujuan bersama,” sambungnya.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Moh Amri mengatakan, selain JPT Pratama esseon II.a, juga dilantik JPT esselon II.b untuk rotasi mutasi jabatan.

“Ada 11 pejabat esselon II.b yang kita rotasi untuk penyegaran, namun memang masih ada beberapa OPD yang kosong masih menunggu keputusan KASN untuk rekomendasinya,” terangnya.

Dijelaskan Amri, pejabat esselon II.b yang dirotasi yaitu Doni Hermawan menjabat Assisten Pemerintahan dan Kesra (Pemkesra), Nuriah menjabat sebagai Asda Perekonomian, Tatang Muchtasar menjabat Assisten Administrasi Umum, Ahmad Mursidi menjabat Kepala Dpmptsp, Didi Mulyadi Kadisdukcapil, Bunbun Buntaran menjabat kepala Dpmpd, Ramadi menjabat kepala Bapenda, Kurnia Satriawan menjabat kepala Bappeda, Raden Dewi menjabat Inspektur Inspektorat, Aep Saepudin menjabat kepala DP2KBP3A, dan Ratu Tanti menjabat Kadis Lingkunhan Hidup (LH).

“Semuanya ada 11 pejabat, untuk jabatan yang kosong masih nunggu rekomendasi KASN, setelah ini akan kita lakukan open biding lagi,” tandasnya.

Sekda Pandeglang Ali Fahmi Sumanta mengungkapkan, pihaknya terimakasih sudah diamanahi menjadi Sekda Pandeglang. Menurutnya, amanah Sekda ini cukup berat, namun ia akan berupaya membantu pimpinan untuk melaksanakan visi missinya.

“Tugas kami membantu pimpinan dalam merealisasikan visi missi dengan dukungan semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada,” terang Fahmi.***(Asep WE&HAERU)

You might also like