banner 728x250

Sikat Pak, Kapolda Lampung Jaga Ketat Pelabuhan Bakauheni

Avatar of admin
Sikat Pak, Kapolda Lampung Jaga Ketat Pelabuhan Bakauheni I Harian Terbit
Keterangan foto : Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helmy Santika, menyoroti akan tingginya potensi kerawanan dalam pelaksanaan Pemilu di provinsi Lampung.
banner 120x600

Harianterbit.id Jakarta – Selama Ramadan, Polda Lampung tetap menempatkan personelnya di Pelabuhan Bakauheni, untuk memutus jalur peredaran narkoba. Sebab, pelabuhan dianggap sebagai pintu masuk peredaran atau perlintasan narkoba menuju Pulau Jawa.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika mengatakan, memutuskan peredaran narkoba menjadi atensi kepolisian. Pihak kepolisian terus melakukan pengawasan di wilayah-wilayah yang menjadi pelintasan narkoba, meski sedang bulan Ramadan.

Dia mengatakan keseriusan Polda Lampung juga telah terbukti dengan berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba internasional Fredy Pratama. Sejumlah pelaku berhasil ditangkap di wilayah Lampung dengan melakukan pengejaran hingga luar daerah.

Anggota tidak akan kendur dalam memerangi narkoba. Penjagaan di seaport atau pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Lampung selatan terus kita siagakan,” kata dia, Kamis, 14 Maret 2024.

Selain itu, Polda Lampung juga telah memberikan peringatan kepada seluruh tempat hiburan malam menutup operasional selama Ramadan. Selain untuk menjaga ketertiban, lokasi tersebut juga.

“Kami mendorong upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya narkoba. Kami gandeng semua stakholder terkait untuk memerangi narkoba,” ungkapnya.

Hal tersebut sesuai arahan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk tetap menjaga ketat pintu masuk narkoba ke Indonesia selama bulan Ramadan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Mukti Juharsa mengatakan, narkoba masuk ke Indonesia melalui Malaysia. Meski menurut eskalasi peredaran narkoba saat Ramadan cenderung menurut, namun ia tetap meminta para jajaran untuk waspada untuk melakukan antisipasi.

“Kami tetap jaga sebagai antisipasi, pintu masuk peredaran narkoba ke Sumatra dan Kalimantan via Malaysia,” jelasnya. (Red)