Sekolah Lapang Solusi Tingkatkan Produksi dan Produktivitas Pertanian

Avatar of Redaksi
Sekolah Lapang Solusi Tingkatkan Produksi dan Produktivitas Pertanian I Harian Terbit

HARIANTERBIT.ID (PANDEGLANG) – Sekolah Lapang (SL) merupakan proses pembelajaran non formal bagi para petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi dan mengatasi masalah dengan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat.

Sekolah Lapang dipandang sebagai salah satu metode penyuluhan yang paling efektif untuk transfer teknologi sebab di dalamnya terdapat proses belajar mengajar yang cukup efektif sebagai metode pembelajaran bagi orang dewasa (Andragogi) karena sifatnya yang tidak formal, proses pembelajaran dilakukan di lapangan dimana tersedia objek nyata berupa tanaman yang dijadikan materi pembelajaran.

Seperti yang dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang yang telah melaksanakan kegiatan sekolah lapang sejak awal Agustus 2023 hingga saat ini masih terus berlangsung hingga menjangkau 35 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang pada akhir Agustus mendatang.
Menurut Kepala DPKP Pandeglang Dr. Nasir, SP., MBA., MP kegiatan SL ini hingga sekarang terus dilakukan dan diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian yang nantinya akan meningkatkan pendapatan petani local.
“Dengan adanya Sekolah Lapang ini, diharapkan petani peserta sekolah lapang dapat menularkan ke petani-petani lain yang belum bisa mengikuti kegiatan ini sehingga peningkatan produksi dan produktifitas pertanian di seluruh kevcamatan dapat naik secara signifikan,” ujar Kepala DPKP Pandeglang Nasir usai membuka sekolah lapang di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Senin 21 Agustus 2023.
Saat ini, kata Nasir, pemerintah tengah bekerja keras menguatkan produktivitas sebagai antisipasi dampak el nino yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun mendatang. Sehingga dengan demikian el nino bukan alasan untuk tidak mengembangkan kreativitas dan kemampuan para petani.
Dia mengatakan, kegiatan sekolah lapang dipandu oleh para penyuluh pertanian lapangan (PPL) di masing-masing BPP Kecamatan dan juga didampingi aparatur desa dan kecamatan setempat, serta petugas pengendalian OPT juga turut serta dalam kegiatan sekolah lapang terutama untuk materi hama dan penyakit.
“Dalam sekolah lapang dipraktekan mulai dari persemaian, pengolahan lahan, pola tanam, pengairan, pengendalian hama sampai panen dan pascapanen,” katanya. (Asep WE)***

banner 325x300
Ikuti kami di Google News