Menulis Sebuah Kebenaran

Relawan Ganjar Serentak Bagi-bagikan Tempe ke Warga Jabodetabek

HARIANTERBIT – Relawan Ganjar Untuk Rakyat (GUNTUR) secara serentak di sejumlah wilayah Jabodetabek membagi-bagikan tempe kepada masyarakat. Ketua Umum GUNTUR Teguh Eko P mengatakan kegiatan ini sebagai simbolis ketahanan pangan nasional dan kecintaan terhadap produk dalam negeri.

“Tempe adalah makanan tradisional Indonesia yang mendunia. Tidak ada orang Indonesia yang tidak suka tempe,” kata Eko kepada wartawan saat membagi-bagikan tempe kepada warga di Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Minggu (25/9/2022).

Eko menjelaskan, aksi bagi-bagi tempe ini sekaligus sebagai representasi keinginan rakyat Indonesia yang menginginkan seorang pemimpin yang tulus memperhatikan nasib mereka.

“Rakyat tidak menginginkan seorang pemimpin yang dekat dengan rakyat ketika ada maunya saja,” sindir Eko.

Eko menilai, Ganjar Pranowo adalah sosok pemimpin yang benar-benar dekat dan secara tulus melayani rakyat. Hal itu terbukti dengan kepemimpinannya sebagai Gubernur Jawa Tengah selama dua periode.

“Tingkat kepercayaan masyarakat Jawa Tengah tak pernah luntur, bahkan saat ini semakin percaya kepada Pak Ganjar,” ujar dia.

Namun, tegas Eko, Ganjar bukan seorang pemimpin yang bermental “tempe”. Dia pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia tidak lagi menggunakan kalimat Tempe sebagai kiasan mental seseorang atau bangsa.

“Makanan atau produk asli Indonesia kok dilabeli hal-hal yang negatif seperti itu. Mengonsumsi tempe justru membuat raga kita kuat, banyak gizinya. Jadi, saya tidak setuju dengan penggunaan istilah mental tempe. Jangan lagi kita menggunakan istilah itu,” tukasnya.

Kembali lagi soal aksi bagi-bagi tempe kepada masyarakat. Hari ini, Minggu (25/9), membagikan secara serentak di tiga wilayah Jabodetabek yakni di Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, wilayah Lubang Buaya, Jakarta Timur, dan Depok, Jawa Barat.

“Aksi akan berlanjut ke daerah-daerah lainnya di Jabodetabek dan provinsi lainnya di Indonesia,” ungkap Eko.

“Sebagai gerakan awal, kami membagi-bagikan 50 paket tempe per wilayah. Tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah seiring berjalannya aksi ini di seluruh wilayah Indonesia,” tambahnya

You might also like