Perumdam TKR Siap Layani Air Bersih di Bandara Soetta

Avatar of admin
Perumdam TKR Siap Layani Air Bersih di Bandara Soetta I Harian Terbit

HARIANTERBIT.ID TANGERANG – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) bersama PT Angkasa Pura Dua (2) Bandara Soekarno Hatta laksanakan penandatanganan perpanjangan kerjasama penjualan air curah ke Bandara internasional terbesar di Indonesia.

Penandatanganan itu di Hotel Bandara Internasional Tangerang pada Jum’at (18/6/2021) pekan kemarin.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Sofyan Sapar selaku Direktur Utama PERUMDAM TKR dan Ir. Agus Haryadi selaku Executif General Manager PT Angkasa Pura 2.

Dalam penandatanganan tersebut, Direktur Utama Perumdam TKR, Sofyan menjelaskan kerjasama ini sudah berlangsung lama sejak bandara ini beroperasi sebagai bentuk komitmen TKR untuk membantu pengelola bandara dalam hal pemenuhan kebutuhan air bersih yang sangat penting bagi bandara ini.

“Selaku operator air minum kami selalu siap melayani pasokan air minum bagi bandara kebanggaan bangsa ini, mengingat bahwa pertumbuhan pembangunan infrastruktur kawasan sangat cepat sehingga akan meningkatkan pula akan kebutuhan air bersihnya, berapapun yang dibutuhkan kami akan selalu upayakan terjamin pasokannya,”kata Sofyan Sapar dalam dalam rillis yang dikirim ke Redaksi, Selasa (28/6/21).

Sementara itu, Exsecutif General Manager PT Angkasa Pura 2, Agus Haryadi mengatakan, bahwa pembelian air melalui Perumdam TKR merupakan suatu kebutuhan pihaknya untuk menjamin ketersediaan air bagi kawasan, pegawai, penumpang dan pihak yang beraktivitas di bandara.

“Ada regulasi dimana kami tidak boleh melakukan pemboran air tanah dalam kawasan bandara, sehingga kerjasama untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dengan beberapa mitra operator air minum diantaranya Perumdam TKR sudah pasti harus dilakukan, dan sejauh ini kerjasama dengan Perumdam TKR telah berjalan secara baik,”ucap Agus.

Namun kondisi pandemi yang terjadi saat ini berdampak pula pada berkurangnya jumlah penumpang dan aktivitas di bandara sehingga kebutuhan airpun secara otomatis akan berkurang. Penggunaan air saat ini paling banyak hanya digunakan untuk perkantoran dan para pegawainya saja,”tutur Agus.

“Kami berharap kondisi akan segera pulih sehingga pengelolaan dan penggunaan fasilitas bandara akan optimal kembali.”tambah Agus.

Ikuti kami di Google News