Menulis Sebuah Kebenaran

MTQ Di Desa Cibuntu Dikuti 108 Peserta

Bogor-Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)di Desa Cibuntu,Kecamatan Ciampea ,Bogor yang digelar Sabtu(15/7/2023) di halaman kantor desa. Ternyata cukup antusias diikuti oleh masyarakatnya. Terbukti sebanyak 108 orang peserta yang mendaftar.

Hal ini menunjukan betapa besarnya apresiasi masyarakat desa tersebut mengikuti acara MTQ itu.
Kepala Desa Cibuntu,Ahmad Yani S.A.P.dalam pidato pembukaannya, mengatakan, dengan terselenggaranya acara itu,diharapkannya Masyarakat Cibuntu khususnya, dan umum nya masyarakat yang ada diwilayah Kecamatan Ciampea, menjadi masyarakat qur’ani, serta bisa menjadi teladan buat kemaslahatan dunia akherat.

Baca juga;JMSI Lebak Menggelar Rapat, Persiapan Muscab

“Di Desa Cibuntu ini dari 26 Rt ,ternyata jumlah pendaftar pesertanya itu mencapai 108 peserta. Dengan banyaknya warga yang cukup antusias dalam pagelaran MTQ ini , semoga saja banyak yang menjadi insan Qur’ani serta dapat meng-implementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga bisa menjadi umat yang selamat di dunia maupun akherat kelak”ujarnya.

Baca juga;Empat Parpol Di Pandeglang Tawarkan Kader Internal Untuk Pilkada 2024
Terpisah, salah satu warga bernama Faisal (45) yang mendaftarkan anaknya sebagai peserta MTQ tingkat remaja, dirinya mengaku sangat senang, atas adanya acara pagelaran musabaqoh Tilawatil Qur’an di desanya. Dan ia berharap, semoga warga masyarakat Desa Cibuntu jadi para pecinta Al-qur’an , bahkan bisa menerapkan isi kandungan kitab suci umat Islam itu dalam kehidupan sehari-hari.
,”Anak saya namanya Siti Hamidah umur 16 tahun dan menjadi peserta MTQ tingkat remaja di event ini. Semoga anak-anak kita semua, jadi insan Qur’ani. Dan bukan hanya ingin jadi juara MTQ semata, kerna buat apa jadi juara MTQ, tetapi jika ahlaknya tidak sesuai dengan tuntunan Al Qur’an. Namun saya juga akan sangat bersyukur, jika anak saya bisa meraih juara satu dalam MTQ ini,”pungkasnya.
Berdasarkan pantauan wartawan ini, acara MTQ tingkat desa itu dihadiri pula oleh anggota Babinmas juga Babinsa dan sejumlah tokoh ulama setempat.**(Heri Herdiana/ASEPWE)

 

 

You might also like