Menulis Sebuah Kebenaran

Galian Tanah Tak Berizin di Lebak Telan Korban Jiwa

Harianterbit.id Lebak – Tambang galian tanah merah di Jalan Raya Rangkasbitung – Pandeglang teparnya di depan pintu Tol Mandala, Kabupaten Lebak, Banten mendapat sorotan dari lembaga Matahukum. Hal tersebut lantaran meyebabkan dua orang operator alat berat tertimbun material tanah dan diduga meninggal.

“Sudah banyak video tersebar di grup whatsap tentang tewasnya salah seorang operator alat berat di galian c tanah merah yang ada di depan pintu tol mandala. Saya melihat tidak adanya K3K yang dilakukan oleh para pekerja termasuk dugaan tak berizin,” kata Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir mrlalui pernyataanya, Kamis (26/10/2023).

Mukhsin menjelaskan, dari informasi yang didapat dan tim yang melakukan investigasi, alat berat dan seorang operator tertimbun material galian berupa bebatuan berukuran besar.

Dikatakan, Mukhsin, alat berat pun terlihat rusak hingga menyebabkan tidak bisa digunakan sementara. Sedangkan seorang sopir truk lain yang juga berada di lokasi, terlihat sedang mencoba menyelamatkan korban pada saat longsor terjadi.

“Diduga karena tanah cadas bukit sebelumnya telah mengalami keretakan, sementara korban tidak mengetahui saat melakukan penambangan,” kata Mukhsin.

Lebih lanjut, Mukhsin mendorong pihak penegak hukum baik dari kepolisian maupun kejaksaan agar mengusutnya. Menurut Mukhsin, seandainya menyrbabkan meninggal dunia, ini menjadi kejahatan luar biasa di lebak terutama dalam kasus pertambangan.

“Jelas harus diusut tuntas terkait tertimbunya oeprator alat berat di galian c di Mandala. APH harus memproses bos-bos galian ini yang mengabaikan K3K,” tutur Mukshin.

Di tempat terpisah, salah satu pengelola galian di jalan mandala, yang enggan disebutkan namanya membenarkan tentang terjadinya longsor di galian C Jalan Mandala menyebabkan tewasnya dua orang di lokasi. Menurutnya, saat ini korban sudah di evakuasi.

“Benar saat ini ada dua yang tertimbun dan sekaranng mereka meninggal,” tutupnya. (Red)

You might also like