Menulis Sebuah Kebenaran

Dinkes Pandeglang Gelar Workshop Tata Laksana IMS

HARIANTERBIT.ID (Pandeglang) – Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang menggelar Workshop Tata Laksana IMS (Infeksi Menular Seksual) , Kamis (27/9/2023) bertempat di Hotel S,rizki Pandeglang.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Eniyati mengatakan kegiatan Workshop tata laksana IMS diikuti oleh para tenaga kesehatan Puskesmas di Kabupaten Pandeglang, “katanya.

Ia menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para tenaga kesehatan, terutama nakes kunci dalam penatalaksanaan IMS, agar pengetahuanya semakin meningkat sehingga lebih tepat dalam mendiagnosis kasus IMS di Kabupaten Pandeglang, “terangnya.

BACA JUGA:Sekda Pandeglang Lantik Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Esselon IIb

Ia mengungkapkan kasus IMS di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2022 ada sekitar sepuluh kasus dan untuk saat ini menurun hingga tujuh kasus, oleh karena untuk mengantisipasi agar tidak bertambah lagi kasusnya diperlukan skrining agar penyakit IMS ini tidak menular ke orang lain, “ungkapnya.

Ia berharap workshop tata laksana IMS ini lebih mampu meningkatkan pengetahuan kepada para nakes, sehingga kasus IMS di Kabupaten Pandeglang bisa di cegah dan dapat diminimalisir sejak dini, “harapnya.

Sementara itu, narasumber kegiatan workshop tata laksana IMS sekaligus Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Wisuda mengatakan Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) penyakit pada organ reproduksi wanita maupun pria yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit tersebut dapat menular apabila seseorang melakukan aktivitas seksual dengan penderitanya, “katanya.

BACA JUGA;Luar Biasa, Jampidum Setujui Empat RJ Kejari Jakarta Barat

Menurutnya, orang dewasa dengan kondisi ini memiliki resiko lebih tinggi untuk tertular HIV, sedangkan sifilis kongenital sangat meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir meninggal, atau kematian bayi dalam beberapa hari setelah lahir, “terangnya.

Ia berharap kegiatan workshop tata laksana IMS ini mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para tenaga kesehatan yang lebih berkualitas, sehingga kasus IMS ini tidak terjadi lagi di Kabuypaten Pandeglang, “harapnya.***(Sudenico Asep Wawan Erawan)

You might also like