banner 728x250
Banten  

Dinilai Hak Angket Banyak Mudaratnya Untuk Rakyat, Gerak 08 Serang Sarankan Duduk Bersama Membangun Negeri

Avatar of Redaksi
Dinilai Hak Angket Banyak Mudaratnya Untuk Rakyat, Gerak 08 Serang Sarankan Duduk Bersama Membangun Negeri I Harian Terbit
banner 120x600

Harianterbit.id Banten – Adanya rencana usulan hak angket oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mengusut dugaan kecurangan dalam pemilihan umum 2024 mendapat tanggapan dari berbagai pihak.

Nani Maulana Relawan Gerak 08 Serang, mengingatkan kepada masyarakat Indonesia bahwa dalam pesta demokrasi lima tahunan ini menjadi pesta rakyat, bukan menjadi jurang pemisah antara anak bangsa.

Siapapun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden itu adalah putra terbaik bangsa yang harus kita semua dukung, saatnya kita kembali bergandengan tangan untuk Indonesia lebih baik di masa yang akan datang.

“Kita semua harus dapat mewariskan sikap kenegarawanan buat generasi berikutnya mari kita semua bersama-sama membangun bangsa ini dengan penuh rasa cinta bukan hanya sekedar jabatan semata saja.

Jika dalam proses pelaksanaan pemilu 2024 adanya kecurangan agar dilaporkan pihak-pihak yang terkait. Pemilu 2024 yang sudah berjalan kita harus saling menjaga persatuan dan keutuhan bangsa karena keutuhan bangsa adalah aset dan investasi bagi anak cucu kita kelak,” kata Nani.

Sekarang sudah tidak ada lagi kubu-kubuan kita adalah Indonesia, marik kita bersama kawal dan ingatkan presiden terpilih Prabowo dan Gibran agar tetap selalu berpihak kepada rakyat kecil.

Adanya isu hak angket membuat kegaduhan bagi rakyat kecil, banyak pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang menggoreng isu tersebut sehingga terjadi kekacauan di tengah-tengah masyarakat , mari kita berikan kesejukan dan ketenangan buat rakyat Indonesia.

Kami pengurus Gerak 08 Serang tegas menolak adanya hak angket karena lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya, kami berharap kepada petinggi negri agar segera duduk bersama untuk membangun negri demi keberlangsungan masa depan anak-anak bangsa.

Membangun Indonesia itu tidak harus menempati posisi sebagai presiden dan wakil presiden namun bisa menjadi oposisi agar selalu ada penyeimbang dan pengingat demi semangat Indonesia maju .