Alat Belajar SLB Tertahan dan Rokok Ilegal Beredar Luas, Aktivis Geruduk Kantor Bea Cukai

Avatar of admin
Alat Belajar SLB Tertahan dan Rokok Ilegal Beredar Luas, Aktivis Geruduk Kantor Bea Cukai

Harianterbit.id Jakarta – Dirjen Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mendapat sorotan lantaran tertahannya alat belajar Sekolah Luar Biasa (SLB), dan beredar luasnya rokok ilegal melalui bandara Soekarno Hatta.

Para aktivis mahasiswa pun mengkritisi kinerja Dirjen Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Dirjen Bea Cukai, di Jalan Jenderal Ahmad Yani By Pass, Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Aliansi Mahasiswa Pemuda Dwipantara menyebut sejumlah kejanggalan atas tertahannya alat-alat belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan beredar luarnya rokok ilegal yang masuk lewat bandara.

Koordinator aksi Aliansi Mahasiswa Pemuda Dwipantara, Hardius Karo-Karo mengatakan, alat tersebut merupakan hibah dari salah satu perusahaan di Korea Selatan untuk SLB-A Pembina Tingkat Nasional, Jakarta yang dilakukan pada tahun 2022.

“Pihak sekolah sudah memberikan dokumen yang dibutuhkan sebagai persyaratan. Akan tetapi pihak sekolah dikirimi email tentang penetapan nilai barang sebesar Rp 361.039.239,: tutur Hardius Karo-Karo dalam keterangannya yang diterima redaksi, Jumat (31/5/2024).

Hardius Karo-Karo menyebut, tidak hanya alat SLB saja yang bermasalah di Dirjen Bea Cukai. Tetapi masih banyak permasalahan yang harus disoroti dalam bea dan cukai.

“Seperti, banyaknya beredar rokok ilegal yang tidak bercukai. Ini pastinya ada yang bermain di Bea dan Cukai. Kami mempertanyakan Tupoksi dari Bea dan Cukai itu sendiri,” ujarnya.

Selain menggeruduk kantor Bea dan Cukai di Kebon Nanas, lanjut Hardius Karo-Karo, pihaknya juga menggeruduk Kantor Pusat Direktorat Bea dan Cukai, untuk mendesak agar diselesaikannya persoalan tersebut.

“Ini adalah aksi unjuk rasa yang ke-5 kalinya kami mendatangi kantor Bea dan Cukai. Dan kami takkan berhenti sampai persoalan ini ditanggapi,” ujarnya.

banner 325x300
Ikuti kami di Google News